Reset Blog

PERIODE Agustus–awal September 2025, seruan Reset Indonesia menggema di tengah demo, korupsi masif, dan pejabat yang abai pada rakyat. Dalam suasana itu, saya ikut “reset”: blog saya disuspensi karena telat bayar, data rusak, dan harus dibangun ulang dari nol. Tulisan masih bisa diselamatkan lewat Wayback Machine, tapi foto-foto hilang. Kini, pelan-pelan saya unggah kembali artikel lama, sembari menambah coretan baru.

Tuhan Sudah Menunggumu di Kota

Sumber ilustrasi: Liputan6.com

PASTI semua pernah mengalami perasaan berat ketika libur panjang usai dan kita harus kembali bekerja. Libur lebaran tahun ini contohnya. Saat mudik dari kota ke desa, orang-orang sangat antusias dan riang gembira menyambutnya. Ketemu orang tua, menjenguk kerabat, kulineran, plesiran, reuni, hingga pamer status sosial.

Sayangnya, banyak pemudik yang buyar antusiasmenya saat harus balik ke kota. Bahkan, liburan panjang itu mendadak terasa singkat. Capek fisik? iya. Capek psikis? tentu. Tak hanya itu, kegembiraan mudik pelan-pelan raib dan muncul was-was saat kembali ke kota. Kembali ke kota berarti kembali ke hidup yang penuh perjuangan, gesekan, peluh, kesumpekan, keruwetan, ketidakpastian, ancaman PHK, dan momok hidup lainnya.

Continue reading “Tuhan Sudah Menunggumu di Kota”

Aku Sudah Bebas

Sumber ilustrasi: Komkat KWI

ADA DIALOG menarik dalam film yang saya tonton di masa libur lebaran tahun ini. Judulnya, Risen, sebuah film lawas tahun 2016. Film ini mengisahkan Clavius, seorang tribun Romawi yang diutus Pontius Pilatus untuk menyelidiki hilangnya jenazah Yesus di tengah rumor kebangkitanNya.

Clavius (Joseph Fiennes) hanyalah tokoh rekaan. Film ini berlatar di Yerusalem tahun 33 Masehi, beberapa hari setelah penyaliban Yesus Kristus. Di tengah pergunjingan hilangnya jenazah Yesus, Clavius mencurigai murid-murid Yesus telah menyembunyikannya. Bersama tentaranya, Clavius memburu murid-murid Yesus yang saat itu memang sembunyi di rumah-rumah terkunci. Sampai di suatu kesempatan Clavius berhasil menangkap Maria Magdalena.

Continue reading “Aku Sudah Bebas”

Kalender Dinding Bergambar Paus Fransiskus

Foto Paus Fransiskus di kalender dinding yang sudah saya sobek karena bulannya sudah berlalu, saya lipat, dan senderkan di rak buku di rumah saya.

DI KOLOM chatting webinar Selasa malam bersama Romo Nano SJ pada 17 Maret 2026, saya menulis pendek tentang pengalaman menemukan tempat tipis. Tempat tipis yang dimaksud adalah tempat di mana surga dan bumi bertemu. Romo Nano bilang, sebutan ini mengacu juga pada tempat kehadiran Yang Kudus secara unik. Sepemahaman saya, ini merujuk tempat di mana kita menemukan Allah.

Saya cerita kurang lebih begini. Tempat tipis yang belakangan cukup berbicara adalah kalender dinding bergambar mendiang Paus Fransiskus. Kalender ini kami beli di toko paroki. Setiap bulan di kalender itu termuat foto-foto paus yang berbeda. Salah satunya, Paus Fransiskus.

Continue reading “Kalender Dinding Bergambar Paus Fransiskus”

Siang Itu Hujan Deras Sekali

Sumber ilustrasi: https://www.newsnationnow.com/

KENANGAN akan almarhum bapak ibu memang tak ada habisnya. Bermunculan setiap saat dalam ingatan. Salah satunya dalam peristiwa-peristiwa di saat hujan turun deras sekali.

Martin Heidegger, seorang filsuf eksistensialis Jerman, pernah bilang, jika badai menimpa pondok itu dan salju turun, itulah saat yang tepat untuk berfilsafat. Salju tak turun di sini, melainkan hujan. Saya tak sedang berfilsafat, saya cuma mau menghadirkan kembali kenangan-kenangan itu bersama hujan bulan Oktober yang masih angot-angotan.

Continue reading “Siang Itu Hujan Deras Sekali”

Mei dan Maria-Maria Dolorosa

Sumber: artway.eu

TIGA perempuan ini menyandang nama Maria. Tiga-tiganya memiliki seorang anak laki-laki. Ketiga anak lelaki itu mati dibunuh dalam tragedi kemanusiaan. Satu mati di Golgota. Satu mati di Klender. Satu lagi mati di Semanggi. Mereka adalah Maria-maria berduka cita. Saya menyebutnya Maria-maria Dolorosa.

Mei, bagi umat Katolik, adalah bulan Maria. Devosi pada Bunda Tuhan ini biasanya diisi dengan berdoa rosario atau ziarah ke gua Maria. Bagi bangsa Indonesia, Mei adalah bulan kelam. Dua puluh satu tahun lalu, pada bulan ini, Indonesia terbakar oleh kerusuhan berbau rasial. Mahasiswa-mahasiswa ditembaki. Toko-toko dan rumah-rumah dijarah dan dibakar. Ribuan orang mati terpanggang. Perempuan-perempuan Tionghoa diperkosa. Indonesia kelam sekaligus kejam.

Continue reading “Mei dan Maria-Maria Dolorosa”

Lima Roti Dua Ikan

Sumber: churchofjesuschrist.org

KEEMPAT kalinya, saya menjadi project manager event flagship kantor yang mengusung teknologi untuk bisnis. Keempat kalinya pula event ini berlangsung lancar dan ramai.

Selalu ada pengalaman rohani di sini. Awalnya, saya prediksi event ini, khususnya saat opening plenary di Starium, studio terbesar CGV Grand Indonesia, akan lebih sepi. Biasanya, tingkat kehadiran 80% dari total pembeli tiket. Saya sempat meminta teman panitia memasang cue line agar partisipan duduk memenuhi bangku paling depan karena saya yakin ruangan tidak bakal penuh.

Continue reading “Lima Roti Dua Ikan”

Kuasa Gelap dan Cara Ampuh Kalahkan Si Iblis

INI BUKAN resensi film, namun sebuah refleksi. Minggu lalu, saya, istri, dan si kecil menonton film Kuasa Gelap di sebuah bioskop di Jakarta. Bagus, sinematik, namun kurang menakutkan untuk sebuah film horor. “Kayaknya setannya aku kenal, deh.” — demikian kurang lebih ungkapannya.

Yang paling memikat saya dari film berdurasi 90 menit ini adalah dialog-dialog iblis. Khususnya, cara-cara iblis merontokkan iman dan kepercayaan manusia.

Continue reading “Kuasa Gelap dan Cara Ampuh Kalahkan Si Iblis”

Maria Tanpa Kaki

MALAM telah larut. Beberapa waktu lagi, malam akan runtuh, diganti pagi. Hawa dingin menyapu pelan seluruh tubuh. Sesekali terdengar gonggongan anjing kampung saat perempuan tua itu duduk tersimpuh di atas tikar yang sudah usang dan bolong di sana-sini. Wajahnya yang mulai keriput tampil samar-samar karena pendaran cahaya lilin yang sudah tidak utuh lagi lantaran dimakan api.

Sementara itu, tangannya yang sudah tidak sekuat dulu, memilin pelan satu persatu butir rosario. Rosario yang terbuat dari kayu cendana dan menebar bau wangi itu digenggamnya erat. Seolah tidak ingin ia lepaskan demi sebuah pengharapan yang tiada habis.

Continue reading “Maria Tanpa Kaki”

Berdoa Bersama Paus

Sumber: Cafod.org.uk

BERDOA merupakan salah satu inti hidup para pengikut Kristus – khususnya berdoa demi keselamatan dunia. Ajakan berdoa untuk dunia ini langsung dipimpin oleh Bapa Suci yang selama ini dipopulerkan oleh Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia.

Jaringan doa yang juga dikenal dengan Pope’s Worldwide Prayer Network (PWPN) merupakan karya Gereja Katolik yang sudah berusia lebih dari 175 tahun. Didirikan  oleh para pastor-pastor Serikat Yesus di Prancis pada Abad ke-19 dan kemudian berkembang menjadi kelompok doa terbesar di dalam Gereja yang aktif di 97 negara.

Continue reading “Berdoa Bersama Paus”

Romo Kusdiyantoro Seribu Hari Lalu

Sosok Romo Petrus Kusdiyantoro, O.Carm tak lekang dalam ingatan saya. Dia adalah kakak angkatan setahun di asrama Mertoyudan, asrama yang pintu gerbangnya menghadap dua gunung, Merapi dan Merbabu. Kami akrab memanggilnya “Growol.”

Kepribadiannya sederhana, supel, ramah, dan suka guyon. Ia multitalenta. Di bidang musik, ia jago main biola, organ, maupun saxophone. Di lapangan hijau, ia kondang lincah menggiring bola. Kalau tak salah kakinya pernah cidera karena bola.

Continue reading “Romo Kusdiyantoro Seribu Hari Lalu”