Tragedi Mei di Mata Aktivis 98

Ada sentimen-sentimen rasial dan agama yang pernah diembuskan dalam Tragedi Mei 1998 saat ini tampak dicoba untuk diembuskan lagi. Politik adu domba dan kambing hitam dari para elit politik busuk kembali muncul. Rakyat sedang dicoba dipecahbelah dengan setimen-sentimen murahan itu. Untuk itulah, mengenang Tragedi 1998 yang diwarnai dengan penembakan, pembakaran, penculikan, perkosaan sebuah hal yang wajib agar kita tidak lupa.

Continue reading “Tragedi Mei di Mata Aktivis 98”

Titik Nol Putri Bos Yakuza

Kegetiran, kebengisan, dan pelecehan seksual.  Inilah yang dilakoni Shoko Tendo. Putri mantan bos Yakuza ini pernah diperkosa beberapa kali, digebuki seperti binatang, keluar masuk penjara, dan menjadi bajingan tengik semenjak remaja. Dia menjadi bandit  Yanki dengan tato di sekujur tubuhnya.”

Apa yang terlintas di benak Anda bila mendengar kata Yakuza? Organisasi kriminal di Jepang? Pembantaian di bar-bar beraroma minuman keras atau di sentra-sentra perjudian ilegal? Jual beli narkoba dan tawuran antargeng mafia?  Kriminalitas dan segala ragam kekerasan lainnya? Benar adanya bila asumsi kekerasan melekat dalam kata Yakuza. Continue reading “Titik Nol Putri Bos Yakuza”

Scribo Ergo Sum, Aku Menulis Maka Aku Ada

“Bapakku masih membaca kamus setiap hari. Ia bilang hidup kita tergantung pada kepiawaian kita menggunakan kata.”
(Arthur Scargill)

Masih teringat dengan kata-kata pusaka Rene Descartes, Cogito Ergo Sum? Filsuf aliran rasionalisme berdarah Prancis ini mengatakan bahwa aku berpikir maka aku ada. Bapak filsafat modern ini memandang manusia pada hakikatnya adalah pemikiran atau res cogitans. Baginya, kenyataan bahwa aku yang sedang meragukan segala sesuatu itu ada.

Continue reading “Scribo Ergo Sum, Aku Menulis Maka Aku Ada”