Tak Sukar Mencintai Babi

Tak terlalu sukar untuk mencintai babi. Sekali lagi, tak susah mencintai daging binatang yang orang sering menyamarkannya dengan inisial B2 itu. Tinggal mencicipinya, menggoyangnya dengan lidah, lalu jatuh cinta.

Babi diolah dengan bumbu apa pun pasti membuat orang yang “menguntalnya” jatuh cinta. Namun, meski ada banyak jenis olahan babi, seperti babi asap, babi kecap, babi panggang, babi keunyuk, sate babi, babi yang saya suka adalah babi goreng dengan taburan bawang putih goreng plus sambel matah. Enaknya pol tenan, apalagi dimakan dengan nasi putih hangat atau bahkan panas.

Continue reading “Tak Sukar Mencintai Babi”

Laut Bercerita dan Upaya Melawan Lupa

“Pada debur ombak kesembilan, terdengar ledakan itu. Tiba-tiba saja aku merasa ada sesuatu yang tajam menembus punggungku. Pedih, perih. Lalu, belakang kepalaku…Aku melayang-layang ke dasar lautan.”

Akhirnya, dalam empat hari, aku menyelesaikan baca novel “Laut Bercerita” karya Leila S. Chudori kemarin, tengah malam. Malam memang waktu terbaik untuk membaca, tanpa diganggu tetek bengek urusan kerjaan, kecuali rengekan si kecil minta susu atau minta diputerin YouTube. Tentu setelah urusan bola selesai.

Bagus, itu ekspresi jujurku untuk novel ini. Seperti dalam novel sebelumnya berjudul “Pulang”, Leila berhasil membawaku pada drama masa-masa perjuangan anak-anak muda yang keluar dari kemapanan untuk melawan Rezim Soeharto dan mesin fasisnya, Orde Baru. Continue reading “Laut Bercerita dan Upaya Melawan Lupa”