Kopi, Buku, dan Film

Month: August 2018 Page 1 of 2

Kisah-kisah Tengah Malam

Sumber: poemuseum.org

Seandainya Edgar Allan Poe (1809-1849) masih hidup dan plesiran ke Indonesia sekarang, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, ia berhenti menulis. Kedua, sebaliknya ia justru makin produktif. Kok bisa?

Rabu malam, saya mulai membaca kumpulan cerpen Poe. Kumpulan cerpen penulis Amerika ini diterbitkan oleh Gramedia dengan judul “Kisah-kisah Tengah Malam.” Muhammad Andre, pengemudi Go-Jek, mengantarkannya ke kantor saya dari toko buku Gramedia.

Pesta Di Stadion

Kredit ilustrasi: Ron Cobb.

(Sebuah Cerpen)

Pesta besar digelar di stadion. Gebyar-gebyar. Penuh kembang api. Penuh tari-tarian. Puluhan ribu orang berjubel di sana. Dari berbagai bangsa. Orang-orang terkesima. Tepuk tangan.

Sebulan sebelumnya. Pesta besar digelar di kawasan stadion yang sama. Polisi menembak mati 77 orang. Semua itu begal, preman jalanan, jambret, bajingan tengik. Itu kata polisi. Dalam gelap, anak kecil meratapi jasad bapaknya. Ibu memangku mayat anaknya. Istri bunting histeris melihat jenazah suaminya. Semua mayat kepalanya bolong. Dadanya robek.

“Beres, Bos!” ujar kepala polisi.

Sebulan kemudian. Pesta besar digelar di stadion. Gebyar-gebyar. Penuh kembang api. Penuh tari-tarian. Puluhan ribu orang berjubel di sana. Dari berbagai bangsa. Orang-orang terkesima. Tepuk tangan.

Delapan bulan kemudian digelar pemilu.

— Kota Kasablanka, 21 Agustus 2018

Pilihan Lentera

Lentera berbusana beda sendiri, tak mau seragam.

Lentera menggelengkan kepala saat saya menyodorkan kaos baru padanya. Kaos ini kami beli semalam. Empat biji. Warna biru dongker semua. Satu motif. Biar seragam.

Rencananya, kaos itu akan kami pakai untuk menghadiri pesta ulang tahun pernikahan mertua. Di Sawangan. Hari ini, Minggu, 19 Agustus 2018.

Kofi Annan

Kofi Annan. Sumber: https://www1.wdr.de

Dunia berduka hari ini. Kofi Annan, mantan Sekjen PBB dan penerima Nobel Perdamaian, meninggal dalam usia 80 tahun. Sabtu, 18 Agustus 2018.

Saya turut berbelasungkawa. Namun, saya juga bersyukur berkesempatan langsung melihat tokoh dunia ini. Mendengarkan pidatonya. Kala itu, 10 November 2017, di Nusa Dua, Bali. Tepatnya di acara AdAsia 2017.

73 Tahun, Ternyata Kita Tak Beranjak

Jagad sedang tujuh belasan pertama kalinya. Foto: Sigit Kurniawan

Pagi ini, saya mengantar Jagad upacara di sekolah. Ini upacara tujuh belasan pertama baginya. Maklum, hanya siswa kelas lima ke atas yang ikut upacara.

Saya merekam upacara itu dengan kamera. Suasana khidmat. Riuh. Terik. Peluh. Polos. Riang. Guyup. Usai upacara, tim paskibraka unjuk atraksi. Disusul iring-iringan sepeda hias. Lalu joget poco-poco bareng guru-guru, siswa, suster. Mengharukan.

Xenoglosofilia Ivan Lanin

Foto: Sigit Kurniawan

(Sebuah dialog imajiner di kelas bahasa)

“Di bila diikuti dengan kata kerja, penulisannya disambung. Bila diikuti keterangan tempat, penulisannya dipisah. Contoh, jenderal baper doyan berak di kardus atau apakah bukan dagelan kalau pak kyai itu yang dipilih?”
“Kalau di diikuti nikahkan, penulisannya disambung kan, Pak Guru?”
“Pinter.”
“Boleh dipisahkan enggak?”
“Kamu agamanya apa?”
“Katolik.”
“Apa yang dipersatukan Allah tak boleh dipisahkan manusia. Hanya maut yang memisahkannya.”
“Wokeh!”

Ali dan Tujuan Hidupnya

Ali Zaenal Abidin | Foto: Sigit Kurniawan

Seumur-umur menjadi wartawan, baru kali ini narasumber saya balik bertanya dengan pertanyaan paling ajaib: apa tujuan hidupmu?

Ealah mas, saya jauh-jauh datang ke Cilandak itu untuk liputan, bukan untuk retret. Sekalipun retret, saya perlu doa dan keheningan dulu sebelum menjawabnya. Bukan ngos-ngosan karena naik mega pro, menembus macet, terpapar debu pembangunan MRT, dan lapar karena lupa sarapan.

Page 1 of 2

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén