73 Tahun, Ternyata Kita Tak Beranjak

Jagad sedang tujuh belasan pertama kalinya. Foto: Sigit Kurniawan

Pagi ini, saya mengantar Jagad upacara di sekolah. Ini upacara tujuh belasan pertama baginya. Maklum, hanya siswa kelas lima ke atas yang ikut upacara.

Saya merekam upacara itu dengan kamera. Suasana khidmat. Riuh. Terik. Peluh. Polos. Riang. Guyup. Usai upacara, tim paskibraka unjuk atraksi. Disusul iring-iringan sepeda hias. Lalu joget poco-poco bareng guru-guru, siswa, suster. Mengharukan.

Continue reading “73 Tahun, Ternyata Kita Tak Beranjak”

Xenoglosofilia Ivan Lanin

Foto: Sigit Kurniawan

(Sebuah dialog imajiner di kelas bahasa)

“Di bila diikuti dengan kata kerja, penulisannya disambung. Bila diikuti keterangan tempat, penulisannya dipisah. Contoh, jenderal baper doyan berak di kardus atau apakah bukan dagelan kalau pak kyai itu yang dipilih?”
“Kalau di diikuti nikahkan, penulisannya disambung kan, Pak Guru?”
“Pinter.”
“Boleh dipisahkan enggak?”
“Kamu agamanya apa?”
“Katolik.”
“Apa yang dipersatukan Allah tak boleh dipisahkan manusia. Hanya maut yang memisahkannya.”
“Wokeh!”

Continue reading “Xenoglosofilia Ivan Lanin”

Ali dan Tujuan Hidupnya

Ali Zaenal Abidin | Foto: Sigit Kurniawan

Seumur-umur menjadi wartawan, baru kali ini narasumber saya balik bertanya dengan pertanyaan paling ajaib: apa tujuan hidupmu?

Ealah mas, saya jauh-jauh datang ke Cilandak itu untuk liputan, bukan untuk retret. Sekalipun retret, saya perlu doa dan keheningan dulu sebelum menjawabnya. Bukan ngos-ngosan karena naik mega pro, menembus macet, terpapar debu pembangunan MRT, dan lapar karena lupa sarapan.

Continue reading “Ali dan Tujuan Hidupnya”

Storytelling dan Tato di Leher

Trivet Sembel, CEO Proud. Foto: Sigit Kurniawan

“Mengapa mentato tulisan Ratna di leher Anda?”
“Ratna adalah mantan istri saya.”
“Kalian bercerai?”
“Iya. Dulu saya orang bodoh. Tukang mabuk. Pokoknya jadi orang gak bener.”
“Hubungannya dengan Ratna?”
“Saya menikahi Ratna gara-gara menghamili dia di luar nikah. Otomatis orangtua Ratna tak suka sama saya.”
“Anda dipaksa cerai?”
“Orangtuanya bilang, mending Ratna nikah sama orang lain daripada nikah sama orang bodoh seperti saya.”

Continue reading “Storytelling dan Tato di Leher”