Musik Yus Menembus Langit Paradiso

Foto: Ricky Yudhistira

“Bro, apa kabar? Senantiasa sehat ya. Wis beres gendheng omahmu?”

Itulah nukilan pesan dari Yulius Panon Pratomo (Yus) pada saya di WhatsApp pada 15 Oktober 2020. Dia menanyakan kabar demikian karena, harap maklum, saya barusan posting tentang genting rumah yang bocor.

“Aku ingin ngobrol minta bantuan publikasi karya, Bro.”
“Siap. Aku akan share di grup-grup. Namun, aku perlu narasi singkat terkait lirik-lirik lagu tersebut. Satu paragraf pendek saja agar audiens tahu itu video tentang apa dan konteksnya.”
“Oke-oke. Nanti kusiapkan.”

Continue reading “Musik Yus Menembus Langit Paradiso”

Jurnalisme Sol Sepatu

Pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sedunia ke-55 bertema “Datang dan Lihatlah” sangat menarik. Selain menarik, pesan tersebut juga menjadi pengingat bagi wartawan seperti saya. Datang dan melihat sendiri peristiwa menjadi pesan utama. Ini bukan barang baru di dunia jurnalisme. Pesan Paus ini tak ubahnya seperti lonceng pengingat bahwa esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.

Ada satu kutipan menohok di pesan yang dirilis pada 21 Januari 2021 saat Vigili Santo Frans de Sales ini. Paus asal Argentina ini menulis, krisis industri penerbitan berisiko mengarahkan pemberitaan yang hanya dirancang di ruang redaksi, di depan komputer, di pusat-pusat berita, di jejaring sosial, tanpa pernah keluar ke jalan. Tanpa “menghabiskan sol sepatu” (turun ke jalan), tanpa ketemu orang untuk mencari cerita atau memverifikasi situasi tertentu dengan mata kepala sendiri.

Continue reading “Jurnalisme Sol Sepatu”

Hidup Batin Bercermin Pada Pengalaman Wisrawa-Sukesi

Ternyata saya sudah menulis sejak SMA. Saya heran bisa menulis seserius ini meski keseleo sana-sini. Tulisan ini pernah dimuat di majalah AQUILA, majalah terbitan SMA Seminari Santo Petrus Kanisius Mertoyudan pada tahun 1995. Saya mendapatkan kembali dari Dono Sunardi, teman seangkatan di SMA tersebut, yang berbaik hati memindainya dalam bentuk PDF dan mengirimkannya ke saya. Atas nama pendokumentasian, berikut salinannya:

Continue reading “Hidup Batin Bercermin Pada Pengalaman Wisrawa-Sukesi”

Menunggu Stevanus Pulang

Perempuan itu sedang menyirami tanaman bunga. Bunga-bunga yang tertanam rapi dalam pot-pot yang tertata rapi di gang samping persis rumahnya. Siang itu, Kamis, 10 Mei 2018. Perempuan itu penuh uban di kepalanya. Ia mengenakan kaos hitam bertuliskan “Paguyuban Korban & Keluarga Korban Tragedi 14 Mei 1998.” Tanpa lama, saya dan anak saya, Jagad Cleva Nitisara, dipersilakan masuk. Ia menerima kami dengan penuh keramahan. Saat itu, ia ditemani oleh seorang anak perempuan yang masih remaja. 

Continue reading “Menunggu Stevanus Pulang”