Kopi, Buku, dan Film

Month: April 2022

The Platform dan Kematian Sistematis

Aturan main di penjara sengaja dibuat untuk memunculkan konflik-konflik antarnapi yang sering berujung pada kematian secara mengenaskan.

Sumber: The Guardian

Menonton film The Plaftorm (2019) garapan Galder Gaztelu-Urrutia mengingatkan saya pada pelatihan analisis sosial setahun sebelum Soeharto jatuh. Film yang tayang di Netflix ini mengangkat ketidakadilan sosial yang digambarkan dalam sistem penjara yang tak biasa. Film berjudul asli El hoyo ini diputar perdana di Toronto International Film Festival (2019) dan menyabet penghargaan People’s Choice Award for Midnight Madness.

Penjara ini dibangun secara vertikal seperti menara dengan sel di setiap lantai yang jumlahnya ratusan. Menara ini disebut dengan Pusat Manajemen Mandiri Vertikal. Setiap lantai merupakan satu sel yang dihuni oleh dua orang. Yang ditonjolkan dalam penjara ini adalah sistem pembagian jatah makanan yang di luar kebiasaan penjara pada umumnya. Pembagian makanan dilakukan melalui media bernama platform yang diturunkan dari lantai paling atas ke paling bawah dan berhenti sejenak di setiap lantai untuk disantap oleh narapidana di setiap lantai. Mereka setiap bulan diacak untuk berganti lantai.

Kopi Randu: Dari Pecel Hingga Brongkos

Tempat nongkrong baru di Jogja menjamur di sana-sini, tak hanya di pusat kota, tetapi juga di area persawahan hingga bukit-bukit yang dulunya rimbun dengan rumput liar. Ini yang saya lihat setelah lebih dari dua tahun tidak pulang kampung karena pandemi.

Saya duga tren ini diakibatkan oleh pandemi berkepanjangan yang membuat orang bosan terus-menerus ‘dikerangkeng’ secara sosial dan ingin cari angin segar. Kerinduan orang akan kebebasan kembali ke alam ini kemudian ditangkap sebagai peluang baru bisnis piknik. Apa pun bisa disulap menjadi spot-spot baru untuk nongkrong dan kuliner.

Dapur Mangut Lele Mbah Marto Kemebul

Salah satu makanan yang tak pernah absen dalam daftar perburuan di Jogja adalah mangut lele Mbah Marto. Selasa lalu, 29 Maret 2022, setelah lebih dari dua tahun tak pulang kampung, saya menyambangi warung Mbah Marto.

Warung mangut lele Mbah Marto berada di Dusun Nggeneng, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Soal rasa, mangut lele mbah Marto memang terbaik.

Sate Kambing Sor Talok

Sate Kambing Sor Talok

Tak ada yang bisa meremehkan Bantul kalau berurusan dengan kuliner. Tak perlu endorsement dari Anthony Bourdain, Phil Rosenthal, atau artis-artis K-Pop untuk urusan lidah dan perut di wilayah selatan Jogja ini.

Sebelum meluncur ke Jogja, setelah lebih dua tahun tak pulang kampung karena pandemi, saya sudah punya sedikitnya sembilan menu perburuan, dari ayam goreng Mbah Cemplung, Gudeg Yu Djum, sate klathak, bakmi Kadin, soto Kadipiro atau Tamansari, lotek, bakso Jogja, tahu guling, dan sengsu.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén