Hotel Mumbai: Pembantaian Atas Nama Allah

Lelaki dengan suara serak itu terus menelepon. Ia berupaya meyakinkan anak-anak muda bersenapan itu sedang berjalan di jalan Allah. Surga pun menanti mereka. “Allahu Akbar.” Senapan meletus. Orang-orang kocar-kacir dengan jeritan histeris. Tubuh-tubuh roboh. Darah menggenang di mana-mana.

Baltazar dan Renungan Kebebasan Manusia

Novel ini mengisahkan Baltazar, seekor beruang kutub yang ditangkap oleh pemburu. Kemudian ia digelandang dan ditempatkan di kebun binatang di Cile. Monolog-monolog Baltazar selama di kandang merupakan renungan-renungan seputar kemanusiaan. Tentang kebebasan, kekuasaan, kenangan, solidaritas, hingga ketimpangan sosial.

Kebebasan Berinternet, Kebebasan Semu

Internet dan kebebasan itu memiliki relasi paradoksal. Semakin kita bebas berekspresi di internet, semakin kebebasan itu terkontrol dan diawasi. Tak percaya? Pergilah ke luar pada malam hari dan pandanglah jauh ke langit malam. Di antara bintang-bintang itu, ada mesin pintar yang sedang memata-matai gerak-gerik kita.

Membaca Untuk Menulis

Menulis resensi merupakan proses mendokumentasikan dan merawat ingatan akan hal-hal menarik dan penting dari buku yang sudah dibaca. Maklum daya ingat manusia itu terbatas. Ini merupakan perjuangan melawan lupa.

Srimenanti, Hantu Lelaki Tak Bercelana, dan Prabowo

Selain dua tokoh utama tadi, ada satu tokoh yang paling mencuri perhatian saya. Ia tokoh figuran dan hanya muncul beberapa kali saja.Tokoh itu bernama eltece, kependekan dari lelaki tanpa celana, sosok hantu laki-laki dengan darah mengental di ujung kelaminnya. Hantu ini suka batuk-batuk di kamar mandi disertai rintihan: “Sakit, Jenderal.”