Skip to content

Author archive:

Sigit Kurniawan

Kacamata Plus

Gejala mata plus ini sudah terasa setahun belakangan. Setiap baca henpon atau buku dalam jarak dekat, saya harus melepas kacamata minus saya. Itu pun sering saya lakukan tanpa sadar.

Saya pertama kali memakai kacamata enam tahun sebelum Soeharto tumbang. Tepatnya pada tahun 1992 saat saya mengenyam tahun pertama pendidikan di sebuah SMA di Magelang.

Tanda Cinta Maria

“Papa, kenapa tangannya berdarah?”“Kena kuku saat papa garuk.”“Makanya potong kuku, Pa.” Si Kecil berlari ke belakang, membongkar kotak obat, dan membawakan saya plester luka bergambar princess.“Aku aja, Pa.” Ia merobek bungkus plester tersebut. Melepas kertas yang menutupnya. Kemudian menempelkan di bagian lengan saya yang berdarah.

Rosario di Tangan Ibu

Satu warisan berharga dari mendiang ibu adalah rosario. Tepatnya adalah teladan berosario. Semasa hidupnya, ibu saya rajin mendaraskan doa ini. Biasanya pada malam hari, entah dilakukan bersama umat lingkungan saban Mei dan Oktober atau sendirian sebelum tidur di hari-hari biasa.