Kopi, Buku, dan Film

Category: Esai Page 1 of 2

Jurnalisme Sol Sepatu

Pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sedunia ke-55 bertema “Datang dan Lihatlah” sangat menarik. Selain menarik, pesan tersebut juga menjadi pengingat bagi wartawan seperti saya. Datang dan melihat sendiri peristiwa menjadi pesan utama. Ini bukan barang baru di dunia jurnalisme. Pesan Paus ini tak ubahnya seperti lonceng pengingat bahwa esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.

Ada satu kutipan menohok di pesan yang dirilis pada 21 Januari 2021 saat Vigili Santo Frans de Sales ini. Paus asal Argentina ini menulis, krisis industri penerbitan berisiko mengarahkan pemberitaan yang hanya dirancang di ruang redaksi, di depan komputer, di pusat-pusat berita, di jejaring sosial, tanpa pernah keluar ke jalan. Tanpa “menghabiskan sol sepatu” (turun ke jalan), tanpa ketemu orang untuk mencari cerita atau memverifikasi situasi tertentu dengan mata kepala sendiri.

Kebebasan Berinternet, Kebebasan Semu

Saat pembatasan akses media sosial dibuka lagi pemerintah beberapa hari lalu, netizen girang. Postingan di medsos pun mengalir deras. Linimasa kembali gaduh. Hidup terasa ‘normal’ kembali. Netizen merasa mendapatkan kembali kebebasannya.

Demokrasi seakan kembali digenggam. Orang bebas berekspresi — dari memaki pemerintah, memposting menu buka puasa hingga curhat tentang anjing kesayangannya yang mati.

Kata adalah Senjata

Pada tahun 2015, saya pernah diundang mengajar teknik menulis. Pesertanya ada delapan orang. Mereka berasal dari Papua. Tepatnya dari Wasior, Wamena, Sorong, Fak-Fak, dan Jayapura.

Panitia minta saya mengajari cara menulis sederhana. Tujuannya, mereka mampu mengangkat dan melaporkan isu-isu di Papua, dari kekerasan, bencana alam, KDRT, investasi liar, hingga HIV AIDS.

Solidaritas Buruh Australia Dukung Kemerdekaan RI

Apa jadinya bila para buruh pelabuhan Australia tidak mogok kerja dan menyandera kapal-kapal Belanda berisi amunisi dan senjata yang akan berangkat ke Indonesia? Film dokumenter Indonesia Calling (1946) besutan Joris Ivens memaparkan dengan gamblang.

MUNGKIN SEJARAH akan bergulir lain bila para buruh Australia tidak menggelar aksi mogok massal dan menyandera kapal-kapal Belanda yang berisi amunisi, senjata, dan sebagian tentara dan akan diberangkatkan ke Indonesia itu. Belanda mungkin akan lebih cepat melakukan agresinya dan menghancurkan Indonesia beberapa saat usai memproklamirkan kemerdekaannya.

Heterofobia dan Penindasan Atas Liyan

Sumber: Letterboxd

Lelaki buruk rupa itu merangsek ke kerumunan orang di jalanan. Wajahnya ditutupi kain. Penuh benjolan. Bibirnya  sumbing. Bentuknya tak keruan. Matanya cekung ke dalam. Terhalang oleh gumpalan daging yang tidak rata. Dahinya menonjol ke depan.

Rambut depannya rontok meninggalkan  botak tak merata. Rambut belakang awut-awutan dan jarang-jarang. Giginya tidak utuh. Kerepes di sana-sini. Berselimutkan liur yang tak henti menetes. Kulitnya bersisik. Ia pendek. Cara berjalannya tidak seperti orang normal. Ia mirip monster ketimbang manusia. Orang-orang pada takut dan jijik saat memandangnya. Mereka terdiam sesaat. Terpukau, berlanjut takut dan menghindar.

Post-Truth dan Kisah Para Penjual Serta Pembeli Dusta

Sumber: thetimes.co.uk | Edited by Prisma

Kapan Anda terakhir kali berbohong? Satu menit yang lalu? Sehari kemarin atau seminggu lalu? Anda tak perlu risau atau merasa terteror oleh pertanyaan saya ini. Tak usah dijawab di sini. Takutnya, Anda malah mencetak kebohongan baru lagi. Biarlah Anda sendiri dan Tuhan yang tahu. Sembari berdendang bareng Si Bule Australi Rick Priceonly heaven knows.

Internet dan Omong Kosong Kebebasan

Sumber: https://t.thaivisa.com | Edited by Prisma

Seandainya dua orang ini tidak menulis di blog, mungkin nasib naas tidak akan menimpa mereka. Kala itu, Kamis pagi, 13 September 2011, di jembatan Mexico, persisnya di perbatasan dengan kota Nuevo Laredo, dua jasad ditemukan. Kondisinya mengerikan: tergantung di tiang jembatan! Keduanya penuh luka, termutilasi, bersimbah darah, dan susah diidentifikasi. Disinyalir keduanya  dibunuh setelah menulis di blognya.

Page 1 of 2

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén