Heterofobia dan Penindasan Atas Liyan

Sumber: Letterboxd

Lelaki buruk rupa itu merangsek ke kerumunan orang di jalanan. Wajahnya ditutupi kain. Penuh benjolan. Bibirnya  sumbing. Bentuknya tak keruan. Matanya cekung ke dalam. Terhalang oleh gumpalan daging yang tidak rata. Dahinya menonjol ke depan.

Rambut depannya rontok meninggalkan  botak tak merata. Rambut belakang awut-awutan dan jarang-jarang. Giginya tidak utuh. Kerepes di sana-sini. Berselimutkan liur yang tak henti menetes. Kulitnya bersisik. Ia pendek. Cara berjalannya tidak seperti orang normal. Ia mirip monster ketimbang manusia. Orang-orang pada takut dan jijik saat memandangnya. Mereka terdiam sesaat. Terpukau, berlanjut takut dan menghindar.

Continue reading “Heterofobia dan Penindasan Atas Liyan”

Post-Truth dan Kisah Para Penjual Serta Pembeli Dusta

Sumber: thetimes.co.uk | Edited by Prisma

Kapan Anda terakhir kali berbohong? Satu menit yang lalu? Sehari kemarin atau seminggu lalu? Anda tak perlu risau atau merasa terteror oleh pertanyaan saya ini. Tak usah dijawab di sini. Takutnya, Anda malah mencetak kebohongan baru lagi. Biarlah Anda sendiri dan Tuhan yang tahu. Sembari berdendang bareng Si Bule Australi Rick Priceonly heaven knows.

Continue reading “Post-Truth dan Kisah Para Penjual Serta Pembeli Dusta”

Internet dan Omong Kosong Kebebasan

Sumber: https://t.thaivisa.com | Edited by Prisma

Seandainya dua orang ini tidak menulis di blog, mungkin nasib naas tidak akan menimpa mereka. Kala itu, Kamis pagi, 13 September 2011, di jembatan Mexico, persisnya di perbatasan dengan kota Nuevo Laredo, dua jasad ditemukan. Kondisinya mengerikan: tergantung di tiang jembatan! Keduanya penuh luka, termutilasi, bersimbah darah, dan susah diidentifikasi. Disinyalir keduanya  dibunuh setelah menulis di blognya.

Continue reading “Internet dan Omong Kosong Kebebasan”