Iwan, Mei 1998, dan Sesudahnya

Dalam rangka mengenang kejahatan brutal atas kemanusiaan Tragedi Mei 1998 dan upaya mendokumentasikan ingatan dalam tulisan, saya unggah tulisan lawas saya di blog ini. Tulisan ini memuat wawancara saya dengan Iwan Firman, salah satu penyintas peristiwa itu pada 14 Mei 2003 — persis lima tahun saat Iwan mengalami peristiwa naas itu.

Piring Kosong Untuk Wawan

Maria Sumarsih sampai sekarang masih menyediakan piring kosong untuk anak lelakinya. Lengkap dengan sendok, garpu, dan gelas di meja makan. Itu terjadi saban makan bersama digelar. Di luar makan bersama, piring itu tetap ditaruh rapi. Tertelungkup. Lengkap dengan semua perkakasnya. Siapa tahu anak lelakinya itu pulang ke rumah dan mau makan.

Sang Penyintas Holocaust Ini Telah Pergi

Di pengujung tahun 2015, saya mencoba mengirim surat elektronik kepada dirinya. Dialah Max Stern, lelaki tua dan seorang penyintas holokaus Nazi Jerman yang pernah saya jumpai dalam sebuah pameran perangko di Jakarta pada tahun 2012. Dia tinggal di Melbourne, Australia. Surat saya tidak terbalas sekian lama. Tak seperti surat saya sebelumnya yang ia balas dengan … [Read more…]

Titik Nol Putri Bos Yakuza

“Kegetiran, kebengisan, dan pelecehan seksual.  Inilah yang dilakoni Shoko Tendo. Putri mantan bos Yakuza ini pernah diperkosa beberapa kali, digebuki seperti binatang, keluar masuk penjara, dan menjadi bajingan tengik semenjak remaja. Dia menjadi bandit  Yanki dengan tato di sekujur tubuhnya.” Apa yang terlintas di benak Anda bila mendengar kata Yakuza? Organisasi kriminal di Jepang? Pembantaian di bar-bar … [Read more…]