Paskah dari Balik Pintu Terkunci

Malam paskah pada tahun ini berbeda dengan malam-malam paskah pada tahun-tahun sebelumnya. Mungkin juga akan berbeda dengan malam-malam paskah pada tahun-tahun sesudahnya. Kami merayakannya dalam rumah dengan pintu-pintu ‘terkunci.’ Maklum saja, paskah tahun ini berlangsung di masa pemberlakukan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) demi mencegah meluasnya pandemi COVID-19. Warga diimbau untuk beraktivitas dari rumah, baik … [Read more…]

Bukan Dead Poet Society

Ada dua kunci utama dalam membangun literasi ini, yakni sekolah dan rumah. Saya tak tega membayangkan jika awal yang baik ini justru pelan-pelan dibunuh oleh sistem pendidikan nasional di sekolah yang sangat berorientasi pada kurikulum, standarisasi, dan cara mengajar yang membosankan.

Marco

Kesetiaan anjing-anjing memang tak diragukan lagi. Manusia pun pantas belajar dari mereka. Sayangnya, perilaku manusia sering jatuh di bawah perilaku terhormat anjing-anjing ini. Manusia doyan menggonggong tanpa isi, gampang menyalak marah, mengejar, menggigit, hingga melukai orang-orang yang ia benci atau ia anggap musuh. Bahkan, menganjing-anjingkan orang atas nama agama.

Tanda Tangan Penulis

Dua buku yang saya pesan tiba. Dua hari lalu. Bungkusnya baru saya buka kemarin. Buku pertama karya Linda Christanty berjudul Hikayat Kebo. Buku kedua karangan Eka Kurniawan berjudul Senyap yang Lebih Nyaring. Keduanya diterbitkan Penerbit Circa.

Burung

  “Aku ingin menulis kisah tentang burung itu?” “Burung apa?” “Burung yang mati karena kepalanya dipenggal di ujung negeri.” “Wah, aku ora  melu-melu.” “Lha, kenapa?” “Pokomen, aku ora melu-melu.” “Emang, ono opo, dab?” Wajah karib saya mengkerut. Seringai menghiasi parasnya. Tampaknya ia menyembunyikan sebuah ketakutan. Aku heran. Mendadak lulusan Hubungan Internasional dari Kampus Biru ini … [Read more…]