Pesta Di Stadion

Kredit ilustrasi: Ron Cobb.

(Sebuah Cerpen)

Pesta besar digelar di stadion. Gebyar-gebyar. Penuh kembang api. Penuh tari-tarian. Puluhan ribu orang berjubel di sana. Dari berbagai bangsa. Orang-orang terkesima. Tepuk tangan.

Sebulan sebelumnya. Pesta besar digelar di kawasan stadion yang sama. Polisi menembak mati 77 orang. Semua itu begal, preman jalanan, jambret, bajingan tengik. Itu kata polisi. Dalam gelap, anak kecil meratapi jasad bapaknya. Ibu memangku mayat anaknya. Istri bunting histeris melihat jenazah suaminya. Semua mayat kepalanya bolong. Dadanya robek.

“Beres, Bos!” ujar kepala polisi.

Sebulan kemudian. Pesta besar digelar di stadion. Gebyar-gebyar. Penuh kembang api. Penuh tari-tarian. Puluhan ribu orang berjubel di sana. Dari berbagai bangsa. Orang-orang terkesima. Tepuk tangan.

Delapan bulan kemudian digelar pemilu.

— Kota Kasablanka, 21 Agustus 2018

Pilihan Lentera

Lentera berbusana beda sendiri, tak mau seragam.

Lentera menggelengkan kepala saat saya menyodorkan kaos baru padanya. Kaos ini kami beli semalam. Empat biji. Warna biru dongker semua. Satu motif. Biar seragam.

Rencananya, kaos itu akan kami pakai untuk menghadiri pesta ulang tahun pernikahan mertua. Di Sawangan. Hari ini, Minggu, 19 Agustus 2018.

Continue reading “Pilihan Lentera”

Kofi Annan

Kofi Annan. Sumber: https://www1.wdr.de

Dunia berduka hari ini. Kofi Annan, mantan Sekjen PBB dan penerima Nobel Perdamaian, meninggal dalam usia 80 tahun. Sabtu, 18 Agustus 2018.

Saya turut berbelasungkawa. Namun, saya juga bersyukur berkesempatan langsung melihat tokoh dunia ini. Mendengarkan pidatonya. Kala itu, 10 November 2017, di Nusa Dua, Bali. Tepatnya di acara AdAsia 2017.

Continue reading “Kofi Annan”

73 Tahun, Ternyata Kita Tak Beranjak

Jagad sedang tujuh belasan pertama kalinya. Foto: Sigit Kurniawan

Pagi ini, saya mengantar Jagad upacara di sekolah. Ini upacara tujuh belasan pertama baginya. Maklum, hanya siswa kelas lima ke atas yang ikut upacara.

Saya merekam upacara itu dengan kamera. Suasana khidmat. Riuh. Terik. Peluh. Polos. Riang. Guyup. Usai upacara, tim paskibraka unjuk atraksi. Disusul iring-iringan sepeda hias. Lalu joget poco-poco bareng guru-guru, siswa, suster. Mengharukan.

Continue reading “73 Tahun, Ternyata Kita Tak Beranjak”