Tentang SCRIBOERS

Peristiwa lalu lalang di depan kita. Informasi meluber dari smartphone maupun gawai yang ada di tangan. Detik demi detik kita dibombardir mereka. Dari informasi penting hingga informasi sampah. Itu terjadi saban hari. Tak jarang, kita pun tak mendapat apa-apa dari aneka informasi itu. Kita bahkan merasa tak punya waktu untuk mencernanya.

SCRIBOERS mengajak Anda untuk menyelam sedikit lebih dalam dari aneka peristiwa tersebut. Kami mengajak Anda “bertamasya” sebentar dengan kacamata refleksi. Dulu, pada periode 469 s.d. 399 Sebelum Masehi, dunia patut bersyukur karena memiliki Socrates. Ia berkeliling di sudut-sudut kota dan mengajak diskusi orang yang ia jumpai, khususnya anak-anak muda. Socrates pernah berujar, “Hidup yang tak pernah direfleksikan adalah hidup yang tak pantas dijalani.”

Nah, kami ingin mengajak Anda sebentar untuk sedikit rehat. Tak perlu naik gunung, tinggal di bilik terpencil atau memesan pondok di sebuah pulau untuk rehat ini. Anda tetap rutin dalam dunia Anda yang sibuk dan hiruk-pikuk. Anda cukup membaca coretan-coretan di sini. Kami akan menemani Anda menikmati jeda atau kopi yang ada di hadapan Anda.

Anda pun bisa menjadi donatur tulisan hasil permenungan Anda di pelataran putih ini. Ini bisa menjadi meja bersama untuk berbagi “camilan renyah” nan menyehatkan. Dengan refleksi ini, SCRIBOERS ingin mengajak Anda untuk melihat perstiwa dari sisi lain. Mungkin SCRIBOERS bisa mengantar Anda melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang kebanyakan dari sebuah peristiwa yang sama.

Mungkin bukan peristiwa besar, tapi peristiwa kecil. Narasi-narasi pun sederhana maupun supersepele yang tak dilihat atau diremehkan orang. Bisa tentang musik, sastra, dunia kerja, makanan, lapangan bola, buku, film, gaya hidup, hobi, dan sebagainya. Harapannya, narasi-narasi ini mampu menyegarkan kembali kemanusiaan Anda.

SCRIBOERS sendiri merupakan nama dengan dua makna. Pertama, SCRIBOERS merupakan singkatan bahasa Latin dari Scribo Ergo Sum, Aku Menulis Maka Aku Ada. Kami meyakini menulis merupakan cara lain mengada di dunia ini (mode of being). Sindhunata, penulis novel Anak Bajang Menggiring Angin (1983) dan Putri Cina (2007) mengatakan ada hubungan kuat antara kepenulisan (schreiben) dengan keberadaan diri (sein).

So, tunggu apa lagi? Kami menunggu Anda di “meja makan” ini. Mari berbagi refleksi dan selamat “ngemil” camilan menyehatkan ini. Semoga kami bisa membantu diet Anda, diet informasi.

Salam SCRIBOERS,

Sigit Kurniawan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •