Kebebasan Berinternet, Kebebasan Semu

Internet dan kebebasan itu memiliki relasi paradoksal. Semakin kita bebas berekspresi di internet, semakin kebebasan itu terkontrol dan diawasi. Tak percaya? Pergilah ke luar pada malam hari dan pandanglah jauh ke langit malam. Di antara bintang-bintang itu, ada mesin pintar yang sedang memata-matai gerak-gerik kita.

Membaca Untuk Menulis

Menulis resensi merupakan proses mendokumentasikan dan merawat ingatan akan hal-hal menarik dan penting dari buku yang sudah dibaca. Maklum daya ingat manusia itu terbatas. Ini merupakan perjuangan melawan lupa.

Srimenanti, Hantu Lelaki Tak Bercelana, dan Prabowo

Selain dua tokoh utama tadi, ada satu tokoh yang paling mencuri perhatian saya. Ia tokoh figuran dan hanya muncul beberapa kali saja.Tokoh itu bernama eltece, kependekan dari lelaki tanpa celana, sosok hantu laki-laki dengan darah mengental di ujung kelaminnya. Hantu ini suka batuk-batuk di kamar mandi disertai rintihan: “Sakit, Jenderal.”

Kata adalah Senjata

Saya mendukung teman-teman Papua untuk merdeka. Merdeka untuk apa? Merdeka untuk menuliskan sendiri kisah-kisah mereka masing-masing. Tanpa perlu didikte oleh pihak lain. Termasuk didikte dengan moncong senapan milik tentara.

Mei dan Maria-maria Dolorosa

Tiga perempuan ini menyandang nama Maria. Tiga-tiganya memiliki seorang anak laki-laki. Ketiga anak lelaki itu mati dibunuh dalam tragedi kemanusiaan. Satu mati di Golgota. Satu mati di Klender. Satu lagi mati di Semanggi. Mereka adalah Maria-maria berduka cita. Saya menyebutnya Maria-maria Dolorosa.