
Sosok Romo Petrus Kusdiyantoro, O.Carm tak lekang dalam ingatan saya. Dia adalah kakak angkatan setahun di asrama Mertoyudan, asrama yang pintu gerbangnya menghadap dua gunung, Merapi dan Merbabu. Kami akrab memanggilnya “Growol.”
Kepribadiannya sederhana, supel, ramah, dan suka guyon. Ia multitalenta. Di bidang musik, ia jago main biola, organ, maupun saxophone. Di lapangan hijau, ia kondang lincah menggiring bola. Kalau tak salah kakinya pernah cidera karena bola.
Continue reading “Romo Kusdiyantoro Seribu Hari Lalu”


