Aku Sudah Bebas

Sumber ilustrasi: Komkat KWI

ADA DIALOG menarik dalam film yang saya tonton di masa libur lebaran tahun ini. Judulnya, Risen, sebuah film lawas tahun 2016. Film ini mengisahkan Clavius, seorang tribun Romawi yang diutus Pontius Pilatus untuk menyelidiki hilangnya jenazah Yesus di tengah rumor kebangkitanNya.

Clavius (Joseph Fiennes) hanyalah tokoh rekaan. Film ini berlatar di Yerusalem tahun 33 Masehi, beberapa hari setelah penyaliban Yesus Kristus. Di tengah pergunjingan hilangnya jenazah Yesus, Clavius mencurigai murid-murid Yesus telah menyembunyikannya. Bersama tentaranya, Clavius memburu murid-murid Yesus yang saat itu memang sembunyi di rumah-rumah terkunci. Sampai di suatu kesempatan Clavius berhasil menangkap Maria Magdalena.

Continue reading “Aku Sudah Bebas”

Siang Itu Hujan Deras Sekali

Sumber ilustrasi: https://www.newsnationnow.com/

KENANGAN akan almarhum bapak ibu memang tak ada habisnya. Bermunculan setiap saat dalam ingatan. Salah satunya dalam peristiwa-peristiwa di saat hujan turun deras sekali.

Martin Heidegger, seorang filsuf eksistensialis Jerman, pernah bilang, jika badai menimpa pondok itu dan salju turun, itulah saat yang tepat untuk berfilsafat. Salju tak turun di sini, melainkan hujan. Saya tak sedang berfilsafat, saya cuma mau menghadirkan kembali kenangan-kenangan itu bersama hujan bulan Oktober yang masih angot-angotan.

Continue reading “Siang Itu Hujan Deras Sekali”

Kuasa Gelap dan Cara Ampuh Kalahkan Si Iblis

INI BUKAN resensi film, namun sebuah refleksi. Minggu lalu, saya, istri, dan si kecil menonton film Kuasa Gelap di sebuah bioskop di Jakarta. Bagus, sinematik, namun kurang menakutkan untuk sebuah film horor. “Kayaknya setannya aku kenal, deh.” — demikian kurang lebih ungkapannya.

Yang paling memikat saya dari film berdurasi 90 menit ini adalah dialog-dialog iblis. Khususnya, cara-cara iblis merontokkan iman dan kepercayaan manusia.

Continue reading “Kuasa Gelap dan Cara Ampuh Kalahkan Si Iblis”

Berdoa Bersama Paus

Sumber: Cafod.org.uk

BERDOA merupakan salah satu inti hidup para pengikut Kristus – khususnya berdoa demi keselamatan dunia. Ajakan berdoa untuk dunia ini langsung dipimpin oleh Bapa Suci yang selama ini dipopulerkan oleh Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia.

Jaringan doa yang juga dikenal dengan Pope’s Worldwide Prayer Network (PWPN) merupakan karya Gereja Katolik yang sudah berusia lebih dari 175 tahun. Didirikan  oleh para pastor-pastor Serikat Yesus di Prancis pada Abad ke-19 dan kemudian berkembang menjadi kelompok doa terbesar di dalam Gereja yang aktif di 97 negara.

Continue reading “Berdoa Bersama Paus”

Dunia Helena

“Selamat jalan Helena Dewi Justicia. Perjuangan dan tulisanmu abadi.”

KUTIPAN di atas ini mencuri perhatian saya. Petang itu, saat saya mengikuti misa requiem untuk Helena Dewi Justicia, saya akrab memanggilnya Helen, di rumah duka Rumah Sakit Harapan Kita, Tomang, Jakarta, Senin, 6 Juni yang lalu. Kutipan itu tersemat di karangan bunga dari Yayasan Pantau, tempat ia pernah belajar jurnalisme sastrawi yang diampu oleh Andreas Harsono.

Saya seratus persen setuju dengan kutipan itu. Helen merupakan seorang penulis tangguh. Tulisan-tulisannya bernas, reflektif, jernih, dan kaya spiritualitas. Bahkan, saat berjibaku dengan kanker yang menyerang otaknya, ia masih setia menulis. Catatan-catatan kecilnya mengalir saban hari di Facebook. Entah tengah malam atau dini hari.

Continue reading “Dunia Helena”

Pembantaian Atas Nama Allah

Hotel Mumbai. Sumber ilustrasi: cultura.id

LELAKI dengan suara serak itu terus menelepon. Ia berupaya meyakinkan anak-anak muda bersenapan itu sedang berjalan di jalan Allah. Surga pun menanti mereka. “Allahu Akbar.” Senapan meletus. Orang-orang kocar-kacir dengan jeritan histeris. Tubuh-tubuh roboh. Darah menggenang di mana-mana.

Film Hotel Mumbai (2019) memang menegangkan. Teror dan ketegangan hadir menit demi menit. Film garapan sutradara Anthony Maras dan John Collee ini mengangkat kisah nyata di Mumbai pada tahun 2008. Saat itu, 26 November, sekelompok teroris dari Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan ini berperahu menuju Mumbai. Kelompok ini terdiri dari sepuluh anak muda. Mereka bersenjata AK47, pistol, dan granat.

Continue reading “Pembantaian Atas Nama Allah”

Reset Blog

PERIODE Agustus–awal September 2025, seruan Reset Indonesia menggema di tengah demo, korupsi masif, dan pejabat yang abai pada rakyat. Dalam suasana itu, saya ikut “reset”: blog saya disuspensi karena telat bayar, data rusak, dan harus dibangun ulang dari nol. Tulisan masih bisa diselamatkan lewat Wayback Machine, tapi foto-foto hilang. Kini, pelan-pelan saya unggah kembali artikel lama, sembari menambah coretan baru.