
BERDOA merupakan salah satu inti hidup para pengikut Kristus – khususnya berdoa demi keselamatan dunia. Ajakan berdoa untuk dunia ini langsung dipimpin oleh Bapa Suci yang selama ini dipopulerkan oleh Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia.
Jaringan doa yang juga dikenal dengan Pope’s Worldwide Prayer Network (PWPN) merupakan karya Gereja Katolik yang sudah berusia lebih dari 175 tahun. Didirikan oleh para pastor-pastor Serikat Yesus di Prancis pada Abad ke-19 dan kemudian berkembang menjadi kelompok doa terbesar di dalam Gereja yang aktif di 97 negara.
Mereka berdoa dan bekerja untuk menanggapi tantangan-tantangan dunia yang diangkat oleh Paus dalam intensi doa setiap bulan, sembari menapaki jalan sebuah jalan spiritual yang disebut Jalan Hati. Devosi kepada Hati Kudus Yesus telah menjadi inti misi Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia sejak awal berdirinya. Perihal Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia ini disampaikan oleh Romo Antonius Sumarwan, SJ selaku Koordinator Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia di akhir Misa Kudus di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Setiap bulan, menurut Romo Sumarwan, Paus memberikan suatu intensi doa yang di beberapa gereja disatukan dan dibacakan dalam rangkaian doa umat. Intensi doa Bapa Suci ini ibarat jendela yang terbuka ke dunia. Membantu kita untuk melihat penderitaan, harapan, dan panggilan kemanusiaan. Dengan mendoakan intensi ini, doa kita tidak berhenti pada diri sendiri. Sebaliknya, kita menjadi rasul doa, yaitu orang yang diutus membawa dunia kepada Tuhan, sekaligus membawa hati Tuhan kepada dunia,” ujar imam Jesuit yang juga dosen magister manajemen Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta ini.
Dengan misi tersebut, peran Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia adalah mengajak seluruh umat agar berdoa bersama Bapa Suci. Salah satu praktik doanya adalah Doa Persembahan Harian. Di Katedral Jakarta, Doa Persembahan Harian ini, didaraskan saban misa harian, tepatnya usai homili.
Doa sederhana tersebut, sambung Romo Sumarwan, mengajarkan bahwa seluruh hidup kita bisa menjadi doa. Entah itu pekerjaan, kelelahan, kegembiraan, tugas-tugas kecil, upaya untuk mengatasi konflik dengan sabar, semuanya dapat dipersembahkan dan dipersatukan dengan persembahan Kristus dalam Ekaristi.
“Dengan demikian, doa tidak hanya terjadi di gereja. Doa terjadi di dapur, kantor, sekolah, di jalanan macet, di ruang perawatan, ruang kelas, dan juga ketika kita sedang berolahraga. Doa Persembahan Harian melatih kita untuk menemukan Tuhan dalam segala hal,” kata Romo Sumarwan.
Doa Persembahan Harian juga bisa didaraskan secara personal pada pagi hari. Termasuk didoakan bersama dalam keluarga atau komunitas sebelum beraktivitas, di organisasi untuk membuka rapat. Bahkan, bisa dipakai untuk memulai pelayanan, seperti latihan koor atau pertemuan lingkungan.
“Dengan doa ini, aktivitas kita bukan sekadar rutinitas untuk kepentingan diri sendiri, melainkan persembahan yang membuka mata, telinga, dan hati kita bagi keselamatan dunia,” imbuhnya.
Pada Februari 2026, misalnya, Paus Leo XIV mengajak kita berdoa untuk anak-anak dengan penyakit yang tak tersembuhkan. Dalam setiap Doa Persembahan Harian yang kita persembahkan kepada Tuhan, terkandung juga permohonan agar Tuhan memberikan anugerah supaya kita yang berdoa dan komunitas yang kita doakan tergerak untuk mewujudkan apa yang kita doakan.
“Karena itu, ketika kita mendoakan anak-anak dengan penyakit yang tak tersembuhkan, kita juga mohon agar kita dan masyarakat tergerak untuk memberikan layanan medis bagi anak-anak tersebut dan mendoakan keluarga mereka,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Romo Sumarwan mengajak seluruh umat untuk terlibat dalam Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia. Bagaimana cara kita terlibat dalam jaringan doa ini? Romo Sumarwan menjawab caranya tidak lain melalui berdoa. Kita memulai dengan mendoakan Doa Persembahan Harian dan mengikuti intensi doa Bapa Suci saban bulan. Lalu, kita diundang untuk mengupayakan satu atau beberapa aksi nyata yang dilakukan entah secara pribadi maupun bersama keluarga atau komunitas.
“Dengan melakukan doa dan aksi nyata tersebut, kita semua sesungguhnya sudah tergabung dalam Jaringan Bapa Suci Sedunia,” pungkas Romo Sumarwan.