
HATI saya terangkat saban menemukan kisah ini. Sekalipun itu muncul berulangkali di linimasa. Bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima, 6 Agustus 1945. Hiroshima hancur lebur dan terbakar. Menewaskan 150.000 jiwa di pagi hari.
Di tengah gelap gulita langit Hiroshima akibat bom, ada satu nyala harapan: sebuah rumah Jesuit tetap berdiri di tengah bangunan-bangunan yang rata dengan tanah. Rumah ini terletak delapan blok atau sekitar satu kilometer dari titik jatuhnya bom. Rumah itu selamat, demikian pula delapan misionaris Jesuit asal Jerman yang setiap hari dengan setia mendoakan rosario di rumah itu. Satu nama cukup saya kenal melalui berbagai bacaan: Romo Pedro Arrupe SJ, mantan superior jenderal SJ dan pendiri Jesuit Refugee Service (JRS).
Tidak hanya selamat, para misionaris itu juga hidup lama setelah hari mengerikan tanpa mengalami penyakit akibat radiasi, tanpa kehilangan pendengaran, cacat, atau gangguan kesehatan jangka panjang. Ratusan kali mereka diwawancarai para ilmuwan dan tenaga medis terkait pengalaman luar biasa itu. Mereka mengatakan, “Kami percaya bahwa kami selamat karena kami hidup sesuai pesan Fatima. Kami hidup dan setiap hari mendoakan rosario di rumah itu.”
Para ilmuwan sekuler itu terdiam. Sulit mempercayai penjelasan itu. Mereka yakin pasti ada penjelasan nyata. Namun, lebih dari setengah abad kemudian, mereka masih benar-benar kebingungan untuk kejadian tak masuk akal itu, yakni tentang bagaimana para misionaris itu lolos secara unik dari kedahsyatan bom itu.
Saya percaya mukjizat Hiroshima itu — meski nyaris tak pernah diceritakan oleh sejarahwan sekuler. Tentang kekuatan doa rosario. Minimal, seturut pengalaman, doa rosario memiliki kekuatan luar biasa.
Selain semakin dekat dengan Yesus dalam peristiwa-peristiwa rosario, buah-buah doa lainnya: ketenangan, kebeningan jiwa, dan rasa siap menjalani kehidupan harian. Bahkan, saat jatuh ke dalam desolasi atau perasaan jiwa kering kerontang atau hidup terasa ruwet tanpa jalan keluar, doa kepada Santa Perawan Maria selalu menolong. Ada saja titik terang atau jalan keluar, meski prosesnya sering tak terpahami atau cara kerjanya misterius.
Itulah rosario. Saya percaya Maria tak pernah mengecewakan seperti pengalaman yang sudah-sudah.