Lima Roti Dua Ikan

Sumber: churchofjesuschrist.org

KEEMPAT kalinya, saya menjadi project manager event flagship kantor yang mengusung teknologi untuk bisnis. Keempat kalinya pula event ini berlangsung lancar dan ramai.

Selalu ada pengalaman rohani di sini. Awalnya, saya prediksi event ini, khususnya saat opening plenary di Starium, studio terbesar CGV Grand Indonesia, akan lebih sepi. Biasanya, tingkat kehadiran 80% dari total pembeli tiket. Saya sempat meminta teman panitia memasang cue line agar partisipan duduk memenuhi bangku paling depan karena saya yakin ruangan tidak bakal penuh.

Pada titik tertentu, di hari-hari menjelang event, saya merasa upaya keras sudah mentok dan hati sudah mengatakan “mbuh” alias tinggal jalani saja (let it be). Pasalnya, event ini digelar back to back dengan dua event besar lain yang harus dijalankan, sehingga langsung tak langsung “berebut” crowd.

Dalam kondisi mbuh tersebut, saya menyempatkan diri meminta bantuan doa dari dua sosok imam Jesuit, yakni Romo Krispurwana Cahyadi dan Antonius Sumarwan. Sembari berulang memutar lagu “Pejamkan Sejenak,” sebuah lagu keren dari Mas Felix Iwan Wijayanto yang membawa peneguhan di saat jiwa terasa letih.

Dan, ternyata sesi pembuka di Starium ini, penuh. Benar-benar full house, sampai-sampai beberapa partisipan berdiri di selasar. Cue line dibongkar. Bahkan, boleh dibilang, ini opening paling ramai dari opening di tiga Tech for Business sebelumnya. Sempat membatin: entah dari mana sebagian orang-orang yang mengalir berdatangan ini.

Haru? Iya. Bersyukur? Tentu. Saya percaya kisah lima roti dan dua ikan. Percaya juga sisanya sampai mbludak 12 bakul. Damar Harsanto, teman dari Sesawi, komunitas mantan Jesuit, bilang: Ite Inflammate Omnia. Terima kasih. Juga untuk Paus Fransiskus yang sudah ada di sana, missed you.

@2025 – 7 Juni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *